Raih Juara 2 pada Kompetisi Nasional Mahasiswa Psikologi Tahun 2026, Shinta Oktavia, Aditia Yoga Andika, Reci Asrifa, Khairani Hafza Rahayu, dan Andrea Berliani: “Mengikuti Lomba Ini Menjadi Pengalaman yang Sangat Berharga bagi Kami”

Mahasiswa Departemen Psikologi Universitas Negeri Padang kembali raih prestasi di tingkat nasional. Melalui Kompetisi Nasional Mahasiswa Psikologi Tahun 2026 dengan tema “Humanity in the Digital Age: Navigating Mind, Meaning, and Connection” yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta, Shinta Oktavia, Aditia Yoga Andika, Reci Asrifa, Khairani Hafza Rahayu, dan Andrea Berliani raih juara 2 pada cabang kompetisi karya tulis ilmiah bidang psikologi klinis dan perkembangan.

Melalui karya ilmiah berjudul “Penguatan Risk Perception melalui FORESIGHT: Upaya Prevensi Seks Pranikah Remaja”, kelompok bertujuan untuk menguji efektivitas program FORESIGHT (Future-Oriented Risk Education and Sexual Health Intervention for Growth in Teens) sebagai upaya prevensi perilaku seksual pranikah. Melalui penuturan Shinta sebagai perwakilan kelompok, Shinta menceritakan sedikit tentang karya ilmiahnya. FORESIGHT merupakan program edukasi seksual yang dikembangkan berdasarkan pendekatan Comprehensive Sexuality Education (CSE) dengan mengintegrasikan metode pembelajaran interaktif, yaitu Index Card Match dan ceramah interaktif, sehingga peserta terlibat secara aktif dalam proses intervensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pretest–posttest dengan melibatkan 48 siswa SMK berusia 15–18 tahun di Kota Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program FORESIGHT secara signifikan meningkatkan risk perception remaja terhadap perilaku seksual pranikah dengan ukuran efek yang besar. Temuan ini menunjukkan bahwa program FORESIGHT sebagai pendekatan edukasi seksual yang interaktif, kontekstual, dan berbasis bukti berpotensi menjadi strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap risiko perilaku seksual pranikah serta mendorong pengambilan keputusan yang lebih sehat.

Proses dalam kegiatan lomba ini dilalui oleh kelompok mahasiswa dimulai dari adanya informasi lomba yang mereka terima dari dosen. Hal ini langsung memunculkan ketertarikan bagi kelompok untuk mengikutinya. Persiapan yang dilakukan kelompok antara lain menyesuaikan isi artikel dengan template dan ketentuan lomba, melengkapi semua lampiran yang diminta, melakukan revisi bersama dosen pembimbing, menyiapkan PowerPoint untuk presentasi, berlatih presentasi, serta mempersiapkan mental agar lebih percaya diri saat tampil di depan dewan juri.

“Kami kemudian membaca guidebook dengan teliti dan beberapa kali agar memahami semua ketentuan yang ada. Setelah itu, kami menyesuaikan artikel kami dengan template yang telah disediakan oleh panitia. Selama proses tersebut, kami juga meminta bimbingan dan arahan dari dosen pembimbing kami, Ibu Maya Yasmin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, kemudian merevisi naskah sesuai dengan masukan yang diberikan. Setelah artikel selesai, kami menyiapkan seluruh berkas yang diperlukan untuk pendaftaran”, tutur Shinta. 

Proses yang dilalui kelompok juga tidak selalu mulus. “Sebenarnya, kami sempat ragu untuk mengikuti lomba ini karena pada saat yang bersamaan kami sedang banyak mengerjakan tugas kuliah dan mempersiapkan magang. Selain itu, berdasarkan jadwal lomba, jika lolos Tahap I kami harus mengikuti presentasi pada Babak Final yang waktunya bertepatan dengan jadwal magang. Kami sempat berpikir apakah nantinya bisa mengikuti semuanya atau tidak. Namun akhirnya kami memutuskan untuk tetap mencoba dan berpikir kalau belum dicoba, kita juga belum tentu lolos”, tambahnya.

Seminggu setelah pengumpulan naskah, kelompok mendapat kabar bahwa tim mereka lolos Tahap I dan masuk ke Babak Final. “Kami tentu sangat bersyukur dan langsung mulai mempersiapkan presentasi dengan membuat PowerPoint. Saat presentasi berlangsung, awalnya kami cukup optimis. Namun setelah sesi tanya jawab dengan dewan juri, kami merasa cukup pesimis pada saat mendapat beberapa pertanyaan dan masukan. Kami sempat berpikir bahwa mungkin belum bisa meraih hasil yang memuaskan. Saat pengumuman hasil lomba, Alhamdulillah tim kami berhasil meraih hasil yang baik, kami sangat bersyukur dan bangga karena semua usaha dan kerja keras yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil”, ujar Shinta. 

Pengalaman ini tentunya memberikan kesan tersendiri bagi Shinta dan kelompok. “Mengikuti lomba ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Momen yang paling berkesan adalah saat akan memulai presentasi. Kami merasa gugup dan sedikit takut karena harus mempresentasikan karya kami di depan dewan juri dan peserta dari perguruan tinggi lain”, ujarnya lanjut.

Selama mengikuti lomba ini, kelompok juga merasakan banyak emosi yang campur aduk. “Kami merasakan berbagai macam perasaan, mulai dari rasa berharap saat mengirimkan naskah, rasa senang dan tidak menyangka ketika dinyatakan lolos ke babak final, rasa pesimis setelah selesai presentasi, hingga akhirnya rasa bahagia dan bangga ketika mengetahui bahwa tim kami berhasil menjadi juara. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa keberanian untuk mencoba, kerja sama tim, dan persiapan yang baik dapat membawa hasil yang membanggakan”, cerita Shinta (rhmhrv).

Related posts

Leave a Comment